KAMERA PONSEL JADIMINI- MIKROSKOP

KAMERA PONSEL JADIMINI- MIKROSKOP – Ide Dr Johan Lundin dan Dr Ewert Linder ini barangkali bisa jadi solusi masa depan untuk mengidentifi kasi benda mikroskopis di masa depan. Tapi dengan biaya yang sama sekali tak mahal. Sebuah tim dibentuk oleh mereka yang merupakan gabungan dari ilmuwan dari Institute for Molecular Medicine Finland, FIMM, University of Helsinki dan Karolinska Institutet, Swedia. Tim ini menggunakan kamera ponsel yang harganya sekitar 10 euro (sekitar Rp 140 ribu) menjadi sebuah perangkat mini mikroskop. Sample obyek yang diidnetifi kasi lalu diletakkan dengan sebuah pipet ke kamera pada sensornya yang optiknya telah dibuang. Resolusi mini mikroskop sebnarnya tergantung pada ukuran pixel sensor. Namun ternyata sudah cukup untuk mengidentifi kasi beberapa parasit pathogen. “Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk perangkat sederhana diagnosa murah penyakit Schistosomiasis Urogenital dan penyakit menular lainnya yang kerap diabaikan di negara tropis,“ kata Dr Lundin.

AKHIRNYA iPHONE 5S PUN SUKSES

AKHIRNYA iPHONE – 5S PUN SUKSES Sejak dirilis pada September silam, iPhone 5S mengundang banyak pertanyaan. Apakah ia akan sukses seperti halnya seri-seri sebelumnya, mengingat tak banyak perubahan signifi kan dilakukan Apple. Bahkan di negerinya sendiri tak lagi heboh membuat antrean mengular. Desember barulah jawaban itu datang. Produk Apple tetap ditunggu dan sangat kuat daya tariknya.

Baca Juga : Lowongan Kerja Di Jerman Untuk Lulusan SMA

Diminasi Samsung Galaxy S4 dilibas. Tapi ini hanya berlaku di Amerika. Dari empat operator; AT&T, Verizon, Sprint, dan T-Mobile semua memberi laporan yang sama. iPhone 5S menduduki peringkat pertama penjualan. Rupanya orang memilih menunggu berbagai pujian terhadap iPhone 5S sebelum memutuskan membeli. Dan yang paling banyak diserbu adalah warna gold. Lantas bagaimana denga nasib iPhone 5C yang tempo hari jumlah produksinya di Foxconn diminta Apple untuk dikurangi? Diam-diam juga merebut hati konsumen negeri Paman Sam. Setelah Samsung Galaxy S4, iPhone 5C membuntuti di urutan ketiga. Tentu saja ini membuat para petinggi Apple mulai bisa tersenyum. Jagoan memang kalah di awal, menang kemudian

Pestisida Palsu dan Ilegal Rugikan Negara Rp5,55 triliun Bagian 2

Pestisida Palsu dan Ilegal Rugikan Negara Rp5,55 triliun Bagian 2- Di samping gencar melakukan kampanye antipemalsuan pestisida, Crop – Life Indonesia juga berusaha membangun komunikasi yang baik dengan petani dan pemangku kepentingan lain. Misalnya, menggelar workshop pendeteksian pestisida palsu dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) yang dihadiri perwakilan perusahaan anggota CropLife, Komite Perlindung – an Konsumen Indonesia (KPKI) me – wakili petani/konsumen, dan perwa – kil an dari kepolisian. Sayangnya, perwakilan dari Kemen – te rian Pertanian, Kementerian Per – dagangan, dan Kementerian Perin dus – trian yang juga telah diundang tidak dapat hadir. Padahal, pemberantasan pestisida palsu tidak akan efektif apabila tidak dilakukan secara bersama antara pelaku industri, konsumen dan para pemegang kebijakan.

Sangat Simpel FTIR adalah instrumen yang dapat digunakan secara luas untuk mendeteksi senyawa kimia pada suatu bahan padat, cair, maupun gas. FTIR merek Bruker buatan Jerman ini menawar – kan banyak keunggulan. Di antaranya berukuran kecil, tetapi kuat dan dapat bekerja secara akurat serta mengha – silkan output yang sangat simpel un – tuk dipahami. Pada workshop kali ini, KPKI mendapatkan laporan dari petani yang membawa contoh pestisida palsu dari Probolinggo berlabel Dow dan Du – Pont. Setelah dila – ku kan pengujian ternyata produk Du Pont tersebut palsu. Bahkan, FTIR menunjukkan kemiripan 99% konten botol pestisida Dow dan DuPont sehingga diyakini pemalsu dua produk tersebut oknum yang sama. Pada 2016 CropLife Indonesia memiliki program untuk lebih intens ber – gerak bersama pemerintah, baik itu kementerian, kepolisian, maupun kejaksaan agar ada satu kesamaan pemahaman sehingga ada kejelasan proses hukum lanjutannya. Selain itu CropLife Indonesia pun akan bekerja sama dengan KPKI untuk membina para petani sehingga mereka lebih melek hukum

Pestisida Palsu dan Ilegal Rugikan Negara Rp5,55 triliun

Pestisida Palsu dan Ilegal Rugikan Negara Rp5,55 triliun – Penggunaan pestisida palsu dan ilegal dapat merusak tanaman dan mencemari lingkungan sehingga merugikan petani, meracuni konsumen, dan merusak citra pemerintah. Berdasarkan data CropLife In ter – nasional, pada 2009, pihak Bea dan Cukai bandara Budapest, Hungaria, menemukan 4 ton pestisida palsu pada pesawat penumpang Hai – nan Airline HU 481 ke – da tangan dari Beijing, Tiong kok. Pestisida palsu ini berlabel peng – emul si (emulsifier) dan memiliki titik bakar (flashpoint) 24°C yang da pat dengan mudah me ledak apabila suhu – nya di atas titik tersebut. “Hal ini tentu saja mem bahayakan nyawa para penumpang. Pe – mal su tidak peduli apa – kah nantinya penum – pang akan mati atau te – tap hidup,” tutur Trina De Vera, Intellectual Pro perty Rights Mana – ger CropLife Asia. Sekitar 15% Palsu dan Ilegal Sementara CropLife Indonesia pada 2002 – 2010 juga mencatat penemuan ratusan kemasan pestisida kosong yang diisi kembali dengan berbagai bahan yang tidak jelas kandungannya oleh para pemalsu pestisida. Selain itu ditemukan pula mesin pencetak labellabel yang dipalsukan.

Baca Juga : Lowongan Kerja di Australia untuk Lulusan SMA

Tahun 2010, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) mengestimasi, kerugian pemerintah Indonesia akibat adanya produk palsu dan ilegal pada 12 sektor industri sebesar Rp37 triliun. Sekitar 15%-nya (Rp5,55 triliun) adalah pestisida palsu dan ilegal yang dijual di Indonesia. CropLife Indonesia memprediksi pangsa pasar pestisida palsu dan ilegal sekitar Rp400 miliar atau 10% dari total pasar pestisida nasional. Selain kerugian material, dalam 8 tahun terakhir, sekitar 174 ribu tenaga kerja kehilang – an pekerjaan karena perusahaan me – reka kalah bersaing dengan produkproduk palsu.

Bahaya Game Online Terhadap Anak Bagian 2

”Jadi seperti telur dan ayam, tidak pasti yang mana duluan,” papar Suzy. Kasus kecanduan game online ini rupanya juga sudah merambah ke berbagai kota. Seperti diungkapkan dr. Mega Desthiana, Sp.KJ, spesialis kesehatan jiwa di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, dirinya juga sempat menangani beberapa kasus serupa. Sayangnya, kata dia, masyarakat masih menganggap kecanduan game online sebagai masalah biasa. Akibatnya, anak-anak yang menghabiskan waktu berjamjam untuk bermain game , masih dibiarkan begitu saja. Ceritanya mungkin menjadi lain jika suatu saat anak-anak itu mulai terjerat masalah hukum. Di situ barulah orangtua atau pihak sekolah meminta tindakan medis. “Pasien saya dibawa ke RSJ karena mereka sudah mencuri, lalu ditangkap polisi, jadi direkomendasikan dirawat di rumah sakit untuk penyembuhan kecanduannya,” terang Mega. Tak ubahnya seperti pada kecanduan obat-obatan psikotropika, para pecandu game online pun berusaha mendapatkan uang sebanyak-banyaknya untuk memenuhi hasratnya.

Dampak lainnya, mereka menjadi suka bohong, bolos sekolah, atau mencuri uang. Pihak sekolah biasanya juga mengeluhkan kalau anak itu sudah malas bersekolah dan tidak menyelesaikan tugas.Genetik menentukan Kasus kecanduan game online kini tumbuh dengan pesat seiring mudahnya mendapatkan akses internet di rumah-rumah. Saat anak di rumah mengisi waktu bermainnya dengan menjelajah internet, di sanalah anak akan mulai mengenal game online. Bila orangtua tidak mengawasi atau membatasi waktu anak dalam bermain game, frekuensi permainan menjadi semakin sering dan waktunya lama. Lamalama waktu tidurnya berkurang, aktivitas di luar rumah semakin jarang, anak makin senang menyendiri, sekolah makin malas, prestasi menurun, serta motivasi menurun.

“Yang diingat, hanya game,” tutur Suzy. Menariknya, seperti pemaparan Suzy, awal mula kecanduan ini bukan hanya disebabkan dari kebiasaan yang berulang-ulang. Ada juga faktor genetik. Artinya, dalam kondisi yang sama, ada orang yang bisa menjadi pecandu, namun ada yang tidak. Faktor genetik memang memperbesar kemungkinan menjadi pecandu, namun bisa dicegah bila lingkungan dan pola asuhnya bagus. Sedangkan Mega mengungkapkan, awalnya para pemain game online hanya menjadikan permainan ini sebagai rekreasi. Namun ketika prefrontal cortex (PFC) atau bagian otak manusia yang paling depan, mulai menangkap tayangan game online, muncul hormon dopamin. Hormon inilah yang menghasilkan zat-zat yang dapat membuat anak merasa senang, hingga timbul rasa kecanduan. Anak yang telah kecanduan, cenderung akan terus mengulang dan memainkan kembali permainan. Namun bahayanya, ketika mereka dilarang, akan timbul ciri-ciri seperti orang yang mengalami gangguan obsesif kompulsif. “Timbul rasa cemas, depresi, bahkan bisa berujung pada bunuh diri,” tegas Mega. Sebagai bagian dari otak, PFC sendiri memiliki fungsi konsentrasi, menimbang, mengendalikan diri, menentukan rasa puas, berpikir secara jernih, serta mengatur masa depan. Tentu bisa dibayangkan ketika fungsi-fungsi ini terganggu oleh sinyal yang diberikan game online. Menurut Suzy, pengaruhnya bisa kepada kecerdasan. “Banyak yang bilang kalau main game bisa pintar, padahal game membuat lambat gelombangnya, membuat mereka tidak sigap,” tambah dia.

Bahaya Game Online Terhadap Anak Bagian 1

Bahaya Game Online Terhadap Anak Bagian 1 – Anak-anak itu mulai tidak ramah, menarik diri dari lingkungan, prestasi belajarnya menurun, dan seolah hidup tanpa motivasi. Bisa jadi, mereka mungkin sudah mulai kecanduan game online. Efek mencandunya mirip narkoba? Jika kebetulan di rumah tidak ada akses internet, anak-anak ini bahkan rela merogoh kocek sangat dalam untuk numpang “menginap” di warung internet. Pada situasi yang sudah semakin parah, anakanak ini juga mulai cepat marah, terlihat depresi, lebih agresif, dan kurang merawat diri. Mirip seperti seseorang pecandu yang hidupnya dikuasai barang kegemarannya. Perubahan perilaku inilah yang membuat orangtua pecandu game online khawatir, hingga akhirnya membawa anak mereka ke psikiater. Bahkan beberapa di antaranya sampai harus dirawat di rumah sakit jiwa.

Baca Juga : Apakah Octafx Terdaftar di Bappebti | OctaFx Scam & Penipuan ga sih ?

“Kalau sudah berat mau bagaimana lagi, siapa lagi yang mau merawat? Apalagi memang di sini ada terapinya, paling hanya tiga minggu,” kata dr. Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K), Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat. Suzy mengungkapkan, ratarata pasien yang terkena masalah game online adalah anak lelaki usia belasan. Pada umumnya saat orangtua membawa mereka, kondisi jiwa si anak memang terbilang sudah tidak normal. Sekilas mereka tampak sehat, namun sebenarnya kondisi jiwanya berbeda. “Mereka kepingin buruburu pulang karena hanya ingat main game.

Nanti kalau ditegur, akan marah, “ jelasnya. Saat Intisari menyambangi tempat praktik Suzy, kebetulan ada Anton (nama disamarkan) yang diantar kedua orangtuanya untuk melanjutkan terapi. Remaja belasan tahun ini sepintas terlihat layaknya remaja lain, tapi cenderung pendiam. Rupanya, kedua orang Anton sudah merasa terganggu dengan hobi anaknya yang suka bermain game online. Namun akibat lain yang cukup parah, prestasi di sekolahnya juga menurun.

Dalam kasus Anton, tambah Suzy, kecanduan ini umumnya tidak berdiri sendiri. Banyak faktor yang harus dilihat ketika si anak mulai menghabiskan waktunya dengan bermain game. Bisa jadi anak punya masalah, lalu untuk menghilangkan masalahnya dia bermain game. Atau bisa sebaliknya, dia bermain game terlebih dulu, kemudian mulai timbul halusinasi-halusinasi, dan rasa keinginan terus-menerus bermain game hingga depresi jika mengalami kekalahan. Kebetulan untuk kasus Anton, dia tidak menyukai sesuatu di sekolahnya. Dia akhirnya bermain game sebagai pelampiasan, hingga kebablasan dan akibatnya malas bersekolah.

 

Indikasi Orangtua Sudah Cukup Perhatian

Indikasi Orangtua Sudah Cukup Perhatian Apa indikasinya orangtua sudah cukup memberikan waktu buat anak, berikut menurut Eva:

1. AnAk BAhAgiA Ceria, tidak mudah rewel/tantrum, dan tidak murung. Ia dapat melakukan berbagai tugas perkembangan sesuai dengan usianya. Tidak mengalami sulit makan atau sulit tidur.

2. AnAk MudAh BErAdAPtASi. Anak mudah beradaptasi dengan lingkungannya, mudah mendapatkan teman, nyaman dengan dirinya sendiri, apa pun lingkungan yang ia hadapi.

3. AnAk tErBukA. Anak senang mengungkapkan pengalamannya, baik suka maupun duka kepada orangtua atau orang dekat lainnya. Antusias saat diajak berkomunikasi.

4. AnAk MEMiliki PErSEPSi PoSitif. Papa adalah sosok yang dinanti dan dirindukan. Saat orangtua datang, anak-anak pasti senang dan antuasias menyambut di depan rumah.

5. AnAk rASA PErcAyA diri tinggi. Ini terlihat dari perkembangannya yang normal, berprestasi di sekolah, atau cepat menguasai keterampilan sesuatu.

Mendidik Anak dengan Baik dan Benar Ala Tyara Renata

Mendidik Anak dengan Baik dan Benar Ala Tyara Renata – Saya hanya cuti, tidak aktif untuk sementara waktu saja. Sampai kapan, belum diketahui. Tapi kalau ada syuting kecil atau sebentar, ya, saya masih ambil juga,” tutur Tyara Renata (29) yang pernah menjadi bintang iklan produk sabun cuci piring. Pilihan itu diambilnya agar ia bisa punya waktu banyak untuk mengurus si kecil Milaya Tatjana Surya (15 bulan). “Saya tidak percayaan sama orang lain, kecuali keluarga sendiri. Makanya, ibu saya suka dimintain tolong jaga cucunya. Tapi, kan, enggak bisa lama-lama juga,” ungkap istri dari Surya Dini (29) ini. Selain itu, menurut aktris yang malang melintang di FTV ini, Milaya membutuhkan perhatian khusus. “Memang, secara fisik Milaya normal, karena dia memang anak yang normal sejak lahir, tidak ada kekurangan satu dan lain hal. Hanya saja, pencernaannya sangat sensitif sehingga makanannya harus dijaga ketat. Salah makan sedikit saja bahaya, pencernaannya akan bermasalah, kulit menjadi merah-merah, bahkan bisa seperti orang yang sesak napas,” beber Tyara. Nah, supaya tidak kecolongan, Tyara pun memajang daftar makanan dan bahan makanan yang boleh dan tak boleh dikonsumsi Milaya pada pintu kamar dan pintu kulkas. “Semua lengkap saya tulis di situ. Yang tidak boleh, cokelat dan makanan yang mengandung cokelat, daging ayam, dan masih banyak lagi. Buah-buahan yang tidak boleh di antaranya pisang dan kiwi.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

Tuh, lihat, deh, di sana untuk lebih jelasnya,” kata Tyara sambil menunjuk pintu kamar dan pintu kulkas. Di tempat yang ditunjuk oleh Tyara memang terdapat daftar menu dan makanan yang tersusun rapi. Makanan yang boleh dikonsumsi Milaya, antara lain: kentang, wortel, bayam, tempe, daging sapi, dan daging kambing. Sementara buah-buahan yang boleh dikonsumsi adalah avokad, pir, bengkuang, jambu biji, dan pepaya. Selain itu tertulis beberapa merek susu UHT dan susu soya yang boleh dikonsumsi. Bahkan, daftar camilan pun tertera dalam daftar tersebut. Dengan kondisi Milaya yang demikian, wajarlah bila perkembangan Milaya tak bisa dibandingkan dengan anak lain pada umumnya, mulai berat badan hingga kemampuankemampuan lainnya, semisal, kemampuan berjalan. “Sekarang ini dia baru bisa berjalan,” ujar Tyara. Walau begitu, lanjut Tyara, “Milaya tetap sehat dan menurut dokter, pertumbuhannya bagus, perkembangannya termasuk dalam kategori baik untuk dirinya.

” Menurut dokter pula, tambah Tyara, kondisi Milaya bisa membaik dan tumbuh seperti anakanak pada umumnya. “Tinggal sekarang bagaimana saya menjaganya saja,” ucap sang mama. Selain dengan memerhatikan makanan yang boleh dan tak boleh dikonsumsi Milaya, Tyara juga rutin mengecek pup putrinya. “Itu deteksi dini paling mudah dan cepat. Jika pupnya bau menyengat berarti perutnya kenapa-kenapa,” jelasnya. Semoga kondisi si kecil segera membaik, ya.

100 Tahun Menjaga Perak Celuk Bag8

”Saat itu bangun tidur kita sudah disodori uang,” kata Wayan Wiasta, cucu Nyoman Gati, pemilik Gottama Gallery. Di tempat ini mereka juga bisa melihat langsung pembuatan perhiasan perak oleh para perajin. Tren baru itu menimbulkan ide membuat usaha yang terpisah dengan art shop. Rumah-rumah perajin sekaligus dijadikan tempat berjualan dengan papan nama ”Silversmith”. Dimulai oleh I Wayan Kantor, yang mendirikan Five Silver Smith pada 1976, usaha ini merebak sehingga hampir semua rumah di Celuk mengikutinya. Dalam satu rumah bisa terdapat 10-15 perajin. ”Sejak pagi sampai malam, suara palu berdentang memipihkan perak terdengar di desa ini,” ujar Wiasta, mengenang masa itu.

Waspadai Penggumpalan Darah Pascasesar Bag3

Mengapa Persalinan Sesar Lebih Berisiko?

Perdarahan akibat operasi. Pada persalinan sesar akan terjadi trauma jaringan yang cukup banyak, mulai lapisan kulit, lapisan lemak, otot, hingga rahim. Akibatnya, terjadi pengeluaran darah dalam jumlah cukup besar (perdarahan).

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Pada setiap kondisi perdarahan, tubuh secara normal akan berusaha menutup luka-luka penyebab perdarahan tersebut dengan meningkatkan kemampuan pembekuan atau penggumpalan darahnya. Dengan kata lain, setiap kali terjadi perdarahan, akan diikuti oleh mekanisme penggumpalan darah oleh tubuh. Gumpalan darah yang terbentuk dari mekanisme tersebut akan menempel di setiap luka hingga luka tertutup.

Kurang bergerak. Pada masa pemulihan pascasesar, tubuh Mama akan terasa sangat lemas dan sakit sehingga sulit untuk bergerak. Tubuh yang tidak bergerak dalam jangka waktu cukup lama menyebabkan darah cenderung berkumpul pada tungkai bawah, seperti pada betis dan paha. Akibatnya, aliran darah tidak berjalan secara normal (stasis) sehingga meningkatkan risiko terjadinya VTE.

VTE Dapat Dicegah

Langkah-langkah pencegahan VTE dapat dilakukan sejak sebelum Mama hamil dan sesudah menjalani operasi sesar. l Lakukan konseling prakonsepsi. Langkah ini penting untuk mempersiapkan kehamilan yang baik, agar Mama masuk ke dalam fase kehamilan dengan kondisi optimal. l Modifkasi faktor risiko terjadinya VTE. – Berhenti merokok. – Mengatur kehamilan pada usia sekitar 20–35 tahun. – Menurunkan berat badan (jika Mama tergolong obesitas). – Jika sejak awal diketahui bahwa Mama memiliki gangguan pembekuan darah, tim dokter yang memiliki kompetensi di bidang tersebut akan berupaya mengontrolnya sebelum Mama memasuki fase kehamilan. l Lakukan kontrol kehamilan secara teratur, terlebih bila Mama mengalami kehamilan kembar karena termasuk kehamilan risiko tinggi.

Lakukan skrining hipertensi untuk mendeteksi kemungkinan hipertensi dalam kehamilan atau preeklamsia. Biasanya dilakukan pada trimester kedua. Bila ditemukan risiko hipertensi, dokter obgin akan melakukan upaya pencegahan, seperti meresepkan obat untuk mengatasi trombosis. l Pascapersalinan sesar: – Bersihkan bekas luka operasi menggunakan cairan antiseptik dan antibiotik yang dianjurkan dokter. Jaga selalu kebersihan bekas luka agar tidak timbul infeksi. – Bergerak dan berjalan secara bertahap, umumnya dapat dilakukan setelah 24 jam melahirkan.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/