Sejarah Jakarta Dalam Dongeng Sang Paman Bag3

Kalimat pembuka bab sudah memikat: ”Bagaimana mungkin di Jakarta terdapat sebuah Gereja Portugis? Orang PorBUKU tugis tidak pernah berkuasa di Jakarta.” (halaman 133). Kemudian bergulirlah narasi seru, lengkap dengan ilustrasi dan catatan kaki. Jika ada pembaca yang langsung ”mundur” dari buku yang penuh catatan kaki, bacalah, misalnya, catatan kaki nomor 13 pada bab tersebut: ”Tempat tinggal keturunan orang Tugu di belakang Gereja Immanuel (sejak 1945) tidak pasti lagi, karena beberapa tahun yang lalu tanah yang dimiliki oleh Gereja Immanuel dijual kepada tentara untuk membangun supermarket di atasnya.” (halaman 160). Suatu catatan kaki yang bisa dikatakan tak berbau akademis tapi tetap mematuhi kaidah fakta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *