Gaya Asuh Orangtua Fondasi Bagi Karakter Anak Bag3

Karena meski mereka sangat keras, si anak memiliki daya tahan yang tinggi. Daya juang anak yang kuat tentu akan membuat anak jadi semakin terpacu semangatnya. Namun bagaimana dengan anak lain? Belum tentu cukup kuat menghadapi tekanan. Anak bisa mengalami mental break down karena merasa tidak mampu mengikuti tuntutan orangtuanya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Setiap anak punya karakteristik berbeda, sehingga kurang bijak bila orangtua berpikir, anak yang saya kerasin pasti akan berhasil.” PENGARUHI KESUKSESAN Karina setuju jika gaya pengasuhan orangtua sangat memengaruhi masa depan anak, termasuk kesuksesannya. “Anak belajar pertama kali dari keluarga, orangtua adalah panutan mereka. Jadi, pengasuhan dari orangtua sangat penting untuk memberikan modal dasar yang baik untuk anak. Dengan limpahan kasih sayang, misalnya, anak akan merasa dihargai dan dicintai yang tentu akan bagus untuk kepercayaan dirinya kelak.”

Lalu gaya pengasuhan seperti apa yang membuat masa depan anak lebih cerah? Jawabannya adalah pola asuh yang seimbang yang ada dalam gaya asuh demokratis. “Seperti kita tahu, kesuksesan sebe narnya tidak hanya dihasilkan dari modal kecerdasan, tetapi juga karakter seseorang. Kesuksesan ternyata lebih banyak didatangkan bukan dari kepintaran, tetapi dari kemampuan membawakan diri dengan baik, bisa beradaptasi dengan suatu lingkungan, dan tahu harus menampilkan diri seperti apa. Dengan pola asuh seimbang, anak akan memperoleh kasih sayang yang cukup, tidak lebih, tidak kurang, sehingga karakteristik-karakteristik tadi bisa dibentuk pada kepribadiannya.

Sederet karakter baik itu akan menjadi modal dasar yang cukup untuk meraih kesuksesan,” urai Karina. Pola asuh yang seimbang, menurut Karina, di antaranya adalah memberikan aturan yang harus dipatuhi si buah hati, tetapi orangtua tahu aturan itu bukan harga mati. “Kita juga tidak boleh berpikiran bahwa anak yang selalu salah. Kita harus mampu menganalisis mengapa ya anak saya belum mampu di bidang ini,” ujarnya. MENJADI SAHABAT Salah satu gadis remaja yang sukses berkat pola asuh orangtuanya adalah Gita Gutawa. Menurut penyanyi sopran, aktris, dan penulis lagu ini, Erwin Gutawa, sang ayah, tidak pernah memarahinya secara berlebihan.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Meliuk Asyik Dengan Belly Dance!

Jangan khawatir, Ma, gerakannya aman, kok. Bahkan, dapat membantu melancarkan persalinan kelak. Tari perut asal Timur Tengah ini cukup populer di Indonesia. Gerakannya yang banyak memanfaatkan otot di bagian abdomen atau perut bawah, otot pinggang, otot perut bagian atas, diafragma, tulang belakang sampai leher dan tangan ini, sungguh dinamis dan tak membosankan.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Apalagi ditambah dengan aksesori atau perlengkapan tarian, seperti: sabuk dengan gemerincing lonceng yang diikatkan di pinggang, selendang, tongkat, dan lain-lain, mampu menciptakan suasana gembira dan meriah. Jadi, tak salah bila banyak perempuan jatuh hati dengan belly dance dan menjadikannya pilihan alternatif untuk berolahraga. Lebih istimewa lagi, belly dance ternyata aman untuk Mama yang sedang hamil, karena gerakannya sama dengan latihan otot panggul pada latihan senam kehamilan. Jika belly dance dilakukan secara rutin, banyak manfaatnya.

Gerakannya yang banyak memanfaatkan otot perut dan panggul mampu menguatkan otot-otot di sekitar wilayah perut yang sangat berguna saat proses persalinan. Tidak hanya itu, gerakan belly dance juga mampu membantu mamil memiliki sistem pernapasan yang lebih panjang dan teratur. Gerakan yang dinamis dan suasana gembira yang diciptakan pada saat berlatih juga akan membantu mamil menjalani kehamilannya dengan riang dan menyenangkan.

Yuk, Ma, ikut latihan belly dance! Tapi, sebelumnya konsultasikan lebih dahulu dengan tenaga kesehatan yang berwenang, ya, Ma, baik kepada bidan maupun dokter obgin. Umumnya, latihan belly dance aman dilakukan saat usia kehamilan memasuki trimester kedua atau setelah memasuki bulan kelima. Pertimbangannya, di usia kehamilan tersebut, janin sudah menempel dengan kuat pada dinding rahim. Nah, siap melakukan belly dance? Belly dance aman dilakukan pada trimester kedua atau setelah kehamilan masuk bulan kelima, karena janin sudah menempel kuat pada dinding rahim. Gerakan belly dance mampu menguatkan otot-otot di sekitar wilayah perut yang sangat berguna saat proses persalinan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Pertolongan Pertama Perdarahan Di Hidung

Jika tiba-tiba mimisan, tak perlu panik, Ma. Mama bisa menghentikannya sendiri. Ini yang harus Mama lakukan: U Duduklah dengan posisi badan condong ke depan dan mulut terbuka. Tekan cuping hidung, yaitu bagian yang lunak di hidung, selama 10-20 menit. Bernapaslah lewat mulut. U

Baca juga : Kerja di Jerman

Usahakan jangan menelan darah yang masuk ke dalam mulut. Posisi ini akan mengurangi darah yangmengalir ke dalam tenggorokan dan perut Mama, yang mungkin akan menyebabkan mual. U Jika Mama merasa ingin pingsan, boleh berbaring tapi dengan posisi menyamping. U Bila faktor pembekuan darah di tubuh Mama normal, setelah menekan hidung selama 10-20 menit, mimisan pada umumnya akan berhenti. Mengompres hidung dengan es juga bisa membantu proses pengecilan kembali pembuluh darah.

KAPAN HARUS KE DOKTER? Bila setelah 20 menit melakukan pertolongan pertama, mimisan tidak juga berhenti, sebaiknya Mama segera ke dokter atau UGD rumah sakit terdekat. Apalagi jika disertai gejala pusing dan terasa lemas ingin pingsan. Begitu pula jika frekuensi mimisan tergolong sering, lebih dari tiga kali seminggu. Untuk menghentikan mimisan yang lebih banyak ini, biasanya dokter akan menyumpal hidung Mama dengan nasal packing atau “pembalut” hidung. “Pembalut” ini akan menekan pembuluh darah dan menghentikan perdarahan. Setelahitu, dokter obgin akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Bila mimisan terjadi pada trimester kedua, terlebih di atas usia kehamilan 20 minggu, dokter akan mewaspadainya sebagai salah satu gejala preeklamsia. Pasalnya, tekanan darah tinggi yang meningkat tajam bisa ikut menyebabkan mimisan. Mamil yang mengalami preeklamsia murni, sering kali tidak memiliki riwayat penyakit darah tinggi sebelumnya. Mimisan yang umumnya terjadi tidak akan membahayakan janin, namun jika mimisan menjadi salah satu gejala preeklamsia, ini yang perlu diwaspadai karena berdampak buruk pada Mama dan janin. Selain itu, dokter juga akan memeriksa, apakah mamil memiliki polip di hidung atau infeksi sinus kronis.

Jika terdeteksi demikian, dokter obgin akan merujuk Mama ke dokter spesialis THT untuk memperoleh pemeriksaan dan tindakan lanjutan. Mimisan yang sering dengan volume berlebihan pun bisa jadi salah satu gejala penyakit kelainan pembekuan darah. Gejala lain penyakit kelainan pembekuan darah adalah sering mengalami perdarahan di gusi dan tubuh gampang memar jika terbentur. Jika dokter obgin menduga Mama mengalami penyakit bawaan ini, Mama akan dirujuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam yang mendalami penyakit kelainan darah. Nah, Ma, sudah lebih jelas, kan?

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Perdarahan Di Hidung

Siapa yang tak kaget jika tiba-tiba darah mengalir dari hidung? Apalagi bila Mama mengalaminya saat hamil dan sebelumnya tak pernah mengalami hal itu. Mimisan atau peristiwa mengalirnya darah dari hidung secara tiba-tiba mungkin pernah Mama alami saat masih kecil. Namun, bagi mamil yang belum pernah mimisan seumur hidupnya dan tiba-tiba mimisan saat hamil, barangkali jadi sedikit waswas, seperti dialami oleh Vero (35) saat mengandung anak kedua.

Baca juga : Kerja di Jerman

“Waktu itu tiba-tiba saja dari lubang hidungku yang kanan mengalir darah. Kagetnya bukan main aku, karena seumur-umur enggak pernah mengalaminya. Paniklah aku. Untung ada teman kantor yang ngerti, dia suruh aku tekan hidung yang kanan, sementara teman yang lain mencarikan es batu. Setelah itu langsung aku telepon dokter kandunganku dan aku disuruh periksakan ke dokter THT. Enggak buang waktu lagi, aku langsung izin sama atasan. Untung ada rumah sakit di sekitar kantor,” cerita Mama sepasang anak ini. Ternyata, mimisan memang kerap dialami saat hamil, Ma. Menurut data di laman babycentre. co.uk, satu di antara lima perempuan yang sedang hamil pernah mimisan.

Angkanya cukup tinggi jika dibandingkan perempuan yang tidak hamil, yaitu hanya satu di antara 16 perempuan yang pernah mimisan. Umumnya, mimisan saat hamil terjadi di akhir trimester pertama dan trimester kedua. MENGAPA MIMISAN? Saat hamil, perubahan hormon progesteron dan estrogen menyebabkan pembuluh darah mengalami pelebaran. Istilah medisnya, pembuluh darah kita mengalami dilatasi. Penambahanberat badan pun membuat volume darah bertambah. Pembuluh darah yang mengalami dilatasi menjadi lebih rentan terhadap tekanan.

Pertambahan volume darah ikut meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area hidung, sehingga mudah pecah dan menyebabkan mimisan. Begitu pula jika mamil sedang Flu atau punya alergi yang menimbulkan gejala seperti Flu, kondisi ini akan membuat mamil makin mudah mengalami mimisan. Pasalnya, saat Flu atau sedang alergi, membran di dalam hidung mamil cenderung membengkak dan mengalami iritasi.

Pembengkakan ini, ditambah gesekan saat Mama membuang ingus terlalu kencang atau mengorek-ngorek hidung, akan membuat pembuluh darah gampang pecah. Nah, itu semua adalah hal-hal yang umum menyebabkan mimisan saat hamil, Ma. Selain itu, ada juga beberapa faktor yang meningkatkan risiko mimisan pada mamil. Di antaranya adalah penyakit bawaan, seperti kelainan pembekuan darah. Mamil yang memiliki polip di hidung atau infeksi sinus kronis juga lebih besar risikonya mengalami mimisan.

Sumber : https://maxfieldreview.com/