Mercedes-Benz Sports Car

Jangan terkecoh pada paras cantiknya. Spesies eksotis ini adalah Mercedes paling beringas yang ada di Indonesia saat ini.

Mercedes-Benz Sports Car

Tampilan ala grand tourer jelas bukan perawakan kebanyakan mobil di Indonesia. Bonnet yang panjang, posisi kabin menjorok ke belakang dan postur berpotongan rendah sudah membuat Mercedes AMG GT S menjadi pusat perhatian dimana pun ia melaju.

Parasnya yang cantik itu semakin atraktif ketika ia bersuara. Di putaran idle, parau knalpotnya sudah menyiratkan konfigurasi mesin V8 Biturbo yang dimiliki AMG GT S.  Injak sedikit pedal gas, maka gemuruh yang relatif tenang itu langsung berubah menjadi pekikan kencang bagai petir sedang menyambar.

Kata Sumber : JuanRamadhan.com

Keindahan suara ini bahkan semakin menjadi saat kami aktifkan mode Race. Di titik ini, setting mesin menjadi lebih agresif, pun dengan flap knalpot yang lebih terbuka.

Tujuannya jelas, membuat mesin bisa melengking lebih responsif di putaran tinggi. Dampaknya, suara knalpot semakin sangar dan siapa pun orang di sekitarnya akan sulit untuk tidak menoleh ke arah AMG GT S. Belum lagi efek tendangan balik yang muncul setiap pedal gas dilepas setelah diinjak dalam.

Kami harap Anda para pembaca juga bisa menikmati aransemen suara knalpot ini melalui kanal video Youtube Auto Bild Indonesia. Tapi selain menyita perhatian masyarakat sekitar dengan kecantikan dan gahar suaranya, AMG GT S juga menuntut atensi kami saat melajukannya di tengah kepadatan lalu lintas.

Dengan hidung sepanjang ini, ia lebih sulit dikendarai di jalan-jalan padat seperti Jakarta. Terutama di jam-jam sibuk. Titik penjuru yang lebih jauh menuntut kami beradaptasi lebih lama untuk menyesuaikan persepsi kami akan dimensi total kendaraan.

Begitu juga masalah visibilitas ke belakang yang lebih mirip dengan mengintip ketimbang melihat. Ruang visual yang terbatas itu semakin menyulitkan akibat posisi duduk rendah yang memang berorientasi pada ergonomi di kecepatan tinggi.

BEAUTY IS THE BEAST

Tetapi jika Anda meninggalkan itu semua dan beralih pada jalan bebas hambatan atau bahkan sirkuit, maka monster yang satu ini sontak berubah menjadi nirwana. Bantingan yang luar biasa keras itu menghadiahkan pengendalian yang luar biasa tajam.

Feedback setir dan gerak moncong mobil bereaksi sempurna seiring dengan putaran kemudi. Semakin ditekuk setirnya, semakin bisa dimengerti bahwa ini bukanlah mobil untuk kenyamanan sehari-hari. Ia adalah spesies yang sedari lahir memang diciptakan untuk berlari dan bermanuver.

Kesempurnaan pengendalian ini membuat kami percaya diri untuk mengeksplorasi mesinnya. Oleh AMG, unit V8 3.982 cc itu disuntik turbo ganda sehingga mampu merilis 510 dk dan torsi 650 Nm.

Ini yang menarik, output seperkasa itu lalu dikirim ke roda belakang via girboks otomatis 7-percepatan. Girboks ini berpindah sangat cepat. Baik di kecepatan rendah, sedang maupun tinggi. Saat kami tes akselerasi, dengan mode RACE START (launch control) ia bisa melesat 0-100 km/jam dalam 4 detik saja.

Meski meleset 0,2 detik dari klaimnya yang 3,8 detik, namun angka itu sudah menjadikan AMG GT S sebagai Mercedes paling kencang di Indonesia. Setidaknya saat ini. Jika Anda menghendaki, tenaga besar yang disalurkan ke roda belakang itu membuat AMG GT S bisa menari powerslide dengan indah. Tentu setelah kontrol stabilitas dan kontrol traksi dimatikan agar tidak ada intervensi komputer.

Sasis terasa sangat balans dan begitu pemaaf jika Anda ingin mengoreksi manuver mobil. Inilah paradoksnya. Di satu sisi ia merupakan mobil cantik dengan performa brutal, namun di sisi lain ia seperti ‘menyerahkan diri’ kepada pengemudi kendati output monster hanya tersalur ke satu poros roda (RWD).

MU-X Bermesin Besar

Isuzu di Thailand menghadirkan MU-X bermesin 3.000 cc. Seperti apakah rasa berkendara dari SUV besar bertenaga 177 dk itu?

MU-X Bermesin Besar

Kali ini kesempatan yang kami dapatkan adalah mencicipi Isuzu MU-X di Thailand. Di Indonesia MU-X hanya tersedia satu pilihan, yaitu MU-X 4×2 2.5 A/T. Berbeda dengan di negeri Gajah Putih karena di sana menghadirkan 2 pilihan mesin, 2 pilihan transmisi dan 2 pilihan sistem peggerak.

Pada edisi lalu kami telah membahas unit mesin 1.9 milik MU-X di Thailand. Sekarang giliran kami mencoba performa MU-X 4×2 3.0 Ddi A/T untuk mengetahui perbedaan dengan unit yang tersedia di Indonesia.

Sebenarnya PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menghadirkan mesin 3.0 dengan kode 4JJ1-TCX, tetapi mesin itu hanya disematkan pada D-Max. Unit tersebut berkapasitas 2.999 cc yang mampu menyalurkan tenaga sebesar 177 dk dan memiliki torsi 380 Nm pada putaran mesin 1.800- 2.800 rpm.

Ini adalah mesin yang paling bertenaga yang dimiliki MU-X. Buktinya mesin ini lebih besar 27 dk dibandingkan mesin terbaru 1.9 yang hanya memiliki tenaga 150 dk. Untuk menguji performa yang dimilikinya, kami mencoba MU-X 4×2 3.0 Ddi A/T di Isuzu 4×4 Land yang terletak di Pattaya, Thailand.

Tidak semua rintangan yang kami coba di sana, pasalnya MU-X yang kami coba tidak berpenggerak empat roda alias 4×2 saja. Langsung saja kami memasukan anak kunci dan memutarnya untuk menghidupkan mesin diesel besar milik MU-X. Suara yang dihasilkan mesin diesel itu jelas lebih keras dibandingkan mesin 2.5 di Indonesia.

Namun ketika pintu ditutup, suara mesin langsung meredup dan tidak sampai mengganggu kenyamanan di dalam kabin. Kami segera pindahkan tuas transmisi dari posisi P (Parking) ke D (Drive).

ISUZU MU-X BERMESIN 3.0

Tidak perlu menginjak pedal gas dalam untuk menjalankannya, karena tenaga yang besar dapat dengan mudah melajukan MU-X 3.0 yang berbobot 2,65 ton ini.

Lalu bagaimana jika kami menginjak pedal gas secara penuh? Memang tidak ada gejala spin yang menandakan tenaga tersalur deras hingga ban kehilangan traksi, namun hempasan di jok pengemudi sudah cukup menggambarkan nikmatnya mesin ber-output besar ini.

Di Isuzu 4×4 Land kami tidak dapat mencoba MU-X di jalan yang memiliki kontur aspal, tetapi kami mencobanya di medan tanah yang memiliki permukaan gravel. Dengan kondisi jalan tersebut, membuat kami layak untuk menguji kenyamanan dari bantingan suspensi milik MU-X.

Benar saja, tidak ada masalah yang mampu mengurangi sisi kenyamanan ketika MU-X diajak melaju di medan dengan kontur tanah tidak rata. Semua itu berkat bantingan MU-X yang empuk sehingga peredam kejut mampu menyajikan kenyamanan kepada pengendara dan penumpang di berbagai medan.

Keperkasaan mesin ini sebenarnya sungguh pas bagi penggemar SUV besar yang ingin tenaga lebih besar. Apalagi MU-X punya kualitas bantingan yang lebih empuk dibanding beberapa rivalnya seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport.

Desain Menawan SUV Korea

Duet Santa Fe dan Tucson sudah cukup lama menjadi andalan PT Hyundai Mobil Indonesia di segmen Big SUV dan Medium SUV. Sayangnya dalam kurun waktu dua tahun terakhir hanya Santa Fe yang kerap mendapat penyegaran.

Desain Menawan SUV Korea

Sementara Tucson nyaris tanpa pembaruan apa-apa. Seolah menunggu momentum yang tepat, Hyundai akhirnya merilis Hyundai Tucson baru di perhelatan Indonesia International Motor Show 2016. Berbeda dengan pendahulunya, ia kini hanya ditawarkan dalam satu varian yakni Hyundai Tucson GLS A/T.

Meski sekadar facelift, tampilan Tucson terlihat lebih manis. Bahkan semakin mirip dengan sang kakak, Santa Fe. Lihat saja aplikasi lampu utama model baru yang dikemas lebih sipit dan tajam. Bukan sembarang lampu proyektor, ia sudah mengusung lampu HID Xenon berkekuatan 4.300K.

Tidak hanya menjamin tingkat pencahayaan yang baik di jalan, lampu ini juga bisa diatur level jauhdekatnya berkat adjuster leveling. Bumper depan mobil ini juga dibuat lebih tegas. Termasuk hadirnya DRL LED yang kini model horizontal dan berada satu area bersama lampu kabut.

Kemiripan lain Tucson dengan Santa Fe ialah pada gril hexagonal berlapis krom. Ia dibuat sedikit lebih besar dan seakan menyatu dengan lampu utama. Tidak ada perubahan mencolok pada bagian buritan. Namun di bagian ini nampak lebih segar dengan aplikasi lampu belakang multi reflektor dan spoiler atap yang lebih proporsional.

Semakin lengkap karena di sektor kaki-kaki, ia didukung pelek baru berkelir dua warna berukuran 17 inci. Penasaran kami langsung mencoba masuk ke kabin. Hal pertama yang kami apresiasi ialah layout dasbor horizontal yang membuat kesan lapang. Lingkar kemudinya cukup nyaman di genggaman karena sudah berlapis kulit. Namun sayang pengaturan joknya belum elektronis.

Butuh sedikit waktu untuk menyesuaikan posisi berkendara ideal. Desain dasbor yang indah sayangnya tidak diimbangi kelengkapan fitur yang mumpuni. Paling mencolok adalah tampilan head unit. Untuk ukuran mobil seharga Rp 385 juta, head unit ini belum menggunakan layar monitor.

Bahkan meski bisa memutar CD/MP3/USB/iPod Ready, head unit ini terkesan ‘kuno’ dengan LCD monokrom. Jadi jangan berharap lebih juga untuk mendapatkan informasi tambahan seperti peta navigasi. Pun dengan dominasi material plastik yang justru membuat kesan murah di kabin.

HYUNDAI TUCSON FACELIFT

Dengan panjang mobil nyaris 4,5 meter, konfigurasi 3 tempat duduk di baris kedua tergolong lega. Selain ruang kaki dan kepala yang lapang, jok baris kedua ini juga nyaman karena dapat diatur rebah-tegaknya alias reclining. Ia juga bisa dilipat rata untuk mendapatkan ruang bagasi tambahan. Tucson belum mengadopsi smart key.

Jadi tidak ada tombol start/ stop dan Anda masih perlu memutar kunci kontak untuk menghidupkan mesin. Mobil ini juga masih setia dengan mesin bensin lawas berkapasitas 1.999 cc 4-silinder. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga 158 dk dan torsi mencapai 196 Nm. Dikombinasi transmisi otomatis 6-percepatan, laju mobil terasa cukup responsif.

Perpindahan gigi tergolong halus dan bisa diatur secara manual via tuas meski belum dilengkapi paddle-shift. Respons gasnya begitu responsif di putaran bawah. Injak sedikit saja maka Tucson sudah bisa melaju dengan cepat di jalan. Namun karakter seperti ini cenderung tidak pas ketika sedang melaju di area jalan yang padat.

Beruntung saat kami coba melaju agak cepat di jalan bergelombang, bantingan suspensi Tucson terasa cukup empuk. Dengan dimensinya yang terlihat lebih besar, pengendalian Tucson juga terasa cukup mudah. Putaran setir tidak terlalu berat juga tidak terlalu enteng. Inilah berkah dari aplikasi Motor Driven Power Steering di setir.

Oh ya, bagi Anda yang kurang lihai untuk parkir mundur, Tucson sudah dilengkapi kamera parkir. Namun karena absennya layar monitor, pandangan ke belakang cukup terbatas karena tampilannya hanya muncul di kaca spion tengah. Namun setidaknya hal ini terlihat cukup membantu dan memberi kesan berbeda.

Notebook entry level yang Hemat energi buatan FIN888 Bodong

Notebook entry level yang Hemat energi buatan FIN888 Bodong – Pangsa pasar menengah ke bawah ada lah tujuan ACER merilis notebook ini. ­ Hal ini bisa dilihat dari spesifikasi yang dibawa Aspire E5. Di sektor prosesor, Aspire E5 mengusung Intel Core i3 4030U dengan frekuensi sebesar 1,9 GHz dan 3 MB L3 cache. Prosesor dual core ini adalah salah satu keluaran terakhir dari Intel, dan dikenal dengan generasi Haswell Refresh.

Meski performanya tergolong biasa saja, konsumsi listriknya cukup mumpuni. Hal ini dikarenakan 4030U telah menggunakan fabrikasi 22 nm dan termasuk lini Intel seri U. Untuk TDP­nya sendiri hanya 15W. Demi menekan harga, Aspire E5 tidak disertai solusi grafis diskrit. Satu­satunya solusi yang ditawarkan adalah Intel HD 4400. Sekalipun tergolong baru, HD 4400 tetap tidak mampu menjalankan gamegame terbaru yang haus grafis.

Dari segi penyimpanan, Aspire E5 dibekali hard disk 5400 RPM dengan kapasitas maksimal 500 GB. Dari segi performa, notebook ini mampu menyalin data 1GB dalam waktu 26 detik. Jika butuh ruang ekstra, Anda dapat memanfaatkan slot SD card atau 3 port USB sebagai penghubung dengan storage eksternal Anda. Dari segi OS, tidak adanya Windows secara default memaksa Anda menginstal sistem operasi sendiri.

Dalam pengujian, menginstal Windows 8.1 dan merasakan pengalaman multitasking yang kurang smooth. Ini tak lain karena kapasitas RAM yang tergolong kecil. Walau memiliki performa keseluruhan yang kurang mumpuni, Aspire E5 mampu menunjukkan kelasnya di sektor ketahanan baterai. Walau hanya diperkuat baterai Li­Ion 4 sel, notebook ini mampu bertahan hingga5 jam (untuk pemakaian biasa) berkat prosesor hemat daya yang digunakannya.

Selain itu, bobotnya yang cukup ringan (sekitar 2,1 kg) membuat Aspire E5 ideal menjadi pendamping mobilitas Anda. Belum lagi dengan harganya yang cukup bersahabat, notebook ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang melakukan komputasi dasar seperti mengetik, browsing, hingga kebutuhan multimedia dan game sederhana.

Sumber : https://teknorus.com/

 

Terobosan Baru dalam Dunia Data Recovery Bag2 FIN888

Terobosan Baru dalam Dunia Data Recovery Bag2 FIN888 – Hal inilah yang menyebabkan adanya keterbatasan end-user dalam menyelamatkan datanya. Meski mereka mampu menangani sendiri dengan modal informasi dari Internet, pekerjaan data recovery yang profesional (menggunakan peralatan khusus) dalam menangani hard disk yang rusak secara fisik tentu saja membutuhkan keahlian dan jam terbang yang tinggi. Apabila kerusakan secara fisik timbul pada hard disk, kecil kemungkinan end-user melakukan investasi untuk membeli perangkat (professional tools) yang biayanya tidaklah murah.

Apa sebenarnya data recovery itu? Data recovery tidak berbicara mengenai proses dari pemulihan data tersebut. Pengguna tidak peduli pada proses recovery tersebut. Mereka hanya ingin melihat hasil akhir, bahwa data yang tadinya rusak dikembalikan seperti sediakala. Melihat kondisi tersebut, Data Solution Technology mencoba mengembangkan research & development dan melakukan kemitraan dengan perusahaan international yang memiliki spesialisasi pada bidang data recovery. Data Solution Technology bekerja sama dengan Kroll Ontrack yang berpusat di Minessota – Minneapolis, AS.

Hal ini menjadikan mereka memiliki tools serta tim teknisi yang berpengalaman. Sebanyak 150 tenaga ahli, tersebar di 19 negara yang tentu saja dapat meningkatkan tingkat keberhasilan dalam proses data recovery. Jumlah tenaga ahli yang banyak tersebut tentu saja berkaitan dengan proses kerja yang ada. Menurut Wie Kiang, Managing Director Data Solution Technology, proses data recovery dengan physical problems, memiliki unsur yang sangat sensitif. Diperlukan proses data recovery yang bebas dari debu. Hal ini dilakukan agar kerusakan yang lain tidak timbul.

“Dengan kemitraan ini, kami merupakan jasa pemulihan data satu-satunya di Indonesia yang memiliki Cleanroom yang berlokasi di Singapura,” ujar Wie Kiang. Atas kemitraan tersebut, Data Solution Technology memiliki beberapa fasilitas sebagai berikut : 1. Data Recovery Report: yang dapat memberikan laporan hasil analisa proses data recovery yang memberikan informasi data mana saja yang rusak dan yang masih dapat diselamatkan. 2. Data Confidentiality Agreement: surat perjanjian kerahasia an data.

  1. Data Degaussing: fasilitas penghapusan data pada hard disk yang rusak agar tidak terjadi pencurian data di kemudian hari (tidak berlaku untuk Recovery Pack). “Dengan kemitraan serta fasilitas-fasilitas yang kami miliki tentu saja berdampak kepada biaya data recovery yang lebih mahal dibandingkan dengan kompetitor. Untuk itu kami berupaya untuk memberikan solusi yaitu mengeluarkan Layanan Pemulihan Data dengan mengusung konsep asuransi yang kami beri nama Recovery Pack,” katanya menambahkan.

Sumber : https://net89.net/

Terobosan Baru dalam Dunia Data Recovery ala FIN888 Bodong

Terobosan Baru dalam Dunia Data Recovery ala FIN888 Bodong – Kehilangan data ibarat kiamat. Selain karena kesusahan yang dirasakan, biaya pemulihannya pun relatif besar. Karena alasan tersebut, Data Solution Technology mengusung “Recovery Pack”. Siapa pun yang sering berurusan dengan data-data penting, kehilangan data adalah hal yang mengeri kan. Anda tidak hanya akan sulit makan dan tidur karena kehilangan foto kenang-kenangan, tetapi bisa jadi mata pencarian Anda pun ikut sirna. Terlebih, jika data tersebut berurusan dengan hal yang sifatnya vital seperti data penjualan, file-file foto dan video hasil syuting, ataupun file tugas akhir dan skripsi.

Jika itu terjadi, tentu saja kehilangan data bukanlah sebuah opsi. Kehilangan data penting bisa terjadi pada pengguna komputer, khususnya PC desktop dan juga notebook. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada pengguna smartphone dan tablet. Hal ini sebenarnya bisa dicegah jika pengguna melakukan prosedur tertentu yang dinamakan backup data. Sayang, proses backup sering kali disepelekan karena prosesnya memakan waktu yang tidak sebentar. Memang, ada cukup banyak perangkat lunak yang bisa Anda dapatkan melalui Internet. Karena umumnya, end-user sudah memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk melakukan proses data recovery sendiri dengan menggunakan aplikasi recovery (data recovery software).

Banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk mengembalikan data yang hilang, salah satunya adalah Data Recovery Wizard dari EaseUS. Softwarenya pun tersedia di website. Anda bisa mendapatkan perangkat lunak untuk pemulihan data dengan mudah. Biaya yang harus dikeluarkan pun beragam, mulai dari gratis, hingga berharga beberapa puluh dolar Amerika per lisensinya. Tentu saja, perbedaan harga ini berhubungan dengan banyaknya feature dan performa yang akan Anda dapatkan. Istilahnya, “ada harga, ada barang”. Ada yang mampu memperbaiki berbagai format, dengan proses pemulihan data yang cepat.

Namun tidak sedikit pula perangkat lunak sejenis yang memakan waktu hingga puluhan jam. Sayangnya, permasalahannya belum tentu sesederhana itu. Ada kalanya perangkat lunak jenis data recovery tidak bisa membantu permasalahan Anda. Contoh dari kondisi yang tidak memungkinkan sebut saja hard disk tidak bisa dideteksi oleh sistem operasi, malfungsi, atau terbakarnya sebagian komponen. Pada kondisi seperti ini, perangkat lunak pun akan angkat tangan. Hard disk yang mengalami kerusakan secara fisik (physical problems) tidak bisa diselesaikan dengan software recovery mana pun.

Sumber : https://teknorus.com/