Meliuk Asyik Dengan Belly Dance!

Jangan khawatir, Ma, gerakannya aman, kok. Bahkan, dapat membantu melancarkan persalinan kelak. Tari perut asal Timur Tengah ini cukup populer di Indonesia. Gerakannya yang banyak memanfaatkan otot di bagian abdomen atau perut bawah, otot pinggang, otot perut bagian atas, diafragma, tulang belakang sampai leher dan tangan ini, sungguh dinamis dan tak membosankan.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Apalagi ditambah dengan aksesori atau perlengkapan tarian, seperti: sabuk dengan gemerincing lonceng yang diikatkan di pinggang, selendang, tongkat, dan lain-lain, mampu menciptakan suasana gembira dan meriah. Jadi, tak salah bila banyak perempuan jatuh hati dengan belly dance dan menjadikannya pilihan alternatif untuk berolahraga. Lebih istimewa lagi, belly dance ternyata aman untuk Mama yang sedang hamil, karena gerakannya sama dengan latihan otot panggul pada latihan senam kehamilan. Jika belly dance dilakukan secara rutin, banyak manfaatnya.

Gerakannya yang banyak memanfaatkan otot perut dan panggul mampu menguatkan otot-otot di sekitar wilayah perut yang sangat berguna saat proses persalinan. Tidak hanya itu, gerakan belly dance juga mampu membantu mamil memiliki sistem pernapasan yang lebih panjang dan teratur. Gerakan yang dinamis dan suasana gembira yang diciptakan pada saat berlatih juga akan membantu mamil menjalani kehamilannya dengan riang dan menyenangkan.

Yuk, Ma, ikut latihan belly dance! Tapi, sebelumnya konsultasikan lebih dahulu dengan tenaga kesehatan yang berwenang, ya, Ma, baik kepada bidan maupun dokter obgin. Umumnya, latihan belly dance aman dilakukan saat usia kehamilan memasuki trimester kedua atau setelah memasuki bulan kelima. Pertimbangannya, di usia kehamilan tersebut, janin sudah menempel dengan kuat pada dinding rahim. Nah, siap melakukan belly dance? Belly dance aman dilakukan pada trimester kedua atau setelah kehamilan masuk bulan kelima, karena janin sudah menempel kuat pada dinding rahim. Gerakan belly dance mampu menguatkan otot-otot di sekitar wilayah perut yang sangat berguna saat proses persalinan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Pertolongan Pertama Perdarahan Di Hidung

Jika tiba-tiba mimisan, tak perlu panik, Ma. Mama bisa menghentikannya sendiri. Ini yang harus Mama lakukan: U Duduklah dengan posisi badan condong ke depan dan mulut terbuka. Tekan cuping hidung, yaitu bagian yang lunak di hidung, selama 10-20 menit. Bernapaslah lewat mulut. U

Baca juga : Kerja di Jerman

Usahakan jangan menelan darah yang masuk ke dalam mulut. Posisi ini akan mengurangi darah yangmengalir ke dalam tenggorokan dan perut Mama, yang mungkin akan menyebabkan mual. U Jika Mama merasa ingin pingsan, boleh berbaring tapi dengan posisi menyamping. U Bila faktor pembekuan darah di tubuh Mama normal, setelah menekan hidung selama 10-20 menit, mimisan pada umumnya akan berhenti. Mengompres hidung dengan es juga bisa membantu proses pengecilan kembali pembuluh darah.

KAPAN HARUS KE DOKTER? Bila setelah 20 menit melakukan pertolongan pertama, mimisan tidak juga berhenti, sebaiknya Mama segera ke dokter atau UGD rumah sakit terdekat. Apalagi jika disertai gejala pusing dan terasa lemas ingin pingsan. Begitu pula jika frekuensi mimisan tergolong sering, lebih dari tiga kali seminggu. Untuk menghentikan mimisan yang lebih banyak ini, biasanya dokter akan menyumpal hidung Mama dengan nasal packing atau “pembalut” hidung. “Pembalut” ini akan menekan pembuluh darah dan menghentikan perdarahan. Setelahitu, dokter obgin akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Bila mimisan terjadi pada trimester kedua, terlebih di atas usia kehamilan 20 minggu, dokter akan mewaspadainya sebagai salah satu gejala preeklamsia. Pasalnya, tekanan darah tinggi yang meningkat tajam bisa ikut menyebabkan mimisan. Mamil yang mengalami preeklamsia murni, sering kali tidak memiliki riwayat penyakit darah tinggi sebelumnya. Mimisan yang umumnya terjadi tidak akan membahayakan janin, namun jika mimisan menjadi salah satu gejala preeklamsia, ini yang perlu diwaspadai karena berdampak buruk pada Mama dan janin. Selain itu, dokter juga akan memeriksa, apakah mamil memiliki polip di hidung atau infeksi sinus kronis.

Jika terdeteksi demikian, dokter obgin akan merujuk Mama ke dokter spesialis THT untuk memperoleh pemeriksaan dan tindakan lanjutan. Mimisan yang sering dengan volume berlebihan pun bisa jadi salah satu gejala penyakit kelainan pembekuan darah. Gejala lain penyakit kelainan pembekuan darah adalah sering mengalami perdarahan di gusi dan tubuh gampang memar jika terbentur. Jika dokter obgin menduga Mama mengalami penyakit bawaan ini, Mama akan dirujuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam yang mendalami penyakit kelainan darah. Nah, Ma, sudah lebih jelas, kan?

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Perdarahan Di Hidung

Siapa yang tak kaget jika tiba-tiba darah mengalir dari hidung? Apalagi bila Mama mengalaminya saat hamil dan sebelumnya tak pernah mengalami hal itu. Mimisan atau peristiwa mengalirnya darah dari hidung secara tiba-tiba mungkin pernah Mama alami saat masih kecil. Namun, bagi mamil yang belum pernah mimisan seumur hidupnya dan tiba-tiba mimisan saat hamil, barangkali jadi sedikit waswas, seperti dialami oleh Vero (35) saat mengandung anak kedua.

Baca juga : Kerja di Jerman

“Waktu itu tiba-tiba saja dari lubang hidungku yang kanan mengalir darah. Kagetnya bukan main aku, karena seumur-umur enggak pernah mengalaminya. Paniklah aku. Untung ada teman kantor yang ngerti, dia suruh aku tekan hidung yang kanan, sementara teman yang lain mencarikan es batu. Setelah itu langsung aku telepon dokter kandunganku dan aku disuruh periksakan ke dokter THT. Enggak buang waktu lagi, aku langsung izin sama atasan. Untung ada rumah sakit di sekitar kantor,” cerita Mama sepasang anak ini. Ternyata, mimisan memang kerap dialami saat hamil, Ma. Menurut data di laman babycentre. co.uk, satu di antara lima perempuan yang sedang hamil pernah mimisan.

Angkanya cukup tinggi jika dibandingkan perempuan yang tidak hamil, yaitu hanya satu di antara 16 perempuan yang pernah mimisan. Umumnya, mimisan saat hamil terjadi di akhir trimester pertama dan trimester kedua. MENGAPA MIMISAN? Saat hamil, perubahan hormon progesteron dan estrogen menyebabkan pembuluh darah mengalami pelebaran. Istilah medisnya, pembuluh darah kita mengalami dilatasi. Penambahanberat badan pun membuat volume darah bertambah. Pembuluh darah yang mengalami dilatasi menjadi lebih rentan terhadap tekanan.

Pertambahan volume darah ikut meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area hidung, sehingga mudah pecah dan menyebabkan mimisan. Begitu pula jika mamil sedang Flu atau punya alergi yang menimbulkan gejala seperti Flu, kondisi ini akan membuat mamil makin mudah mengalami mimisan. Pasalnya, saat Flu atau sedang alergi, membran di dalam hidung mamil cenderung membengkak dan mengalami iritasi.

Pembengkakan ini, ditambah gesekan saat Mama membuang ingus terlalu kencang atau mengorek-ngorek hidung, akan membuat pembuluh darah gampang pecah. Nah, itu semua adalah hal-hal yang umum menyebabkan mimisan saat hamil, Ma. Selain itu, ada juga beberapa faktor yang meningkatkan risiko mimisan pada mamil. Di antaranya adalah penyakit bawaan, seperti kelainan pembekuan darah. Mamil yang memiliki polip di hidung atau infeksi sinus kronis juga lebih besar risikonya mengalami mimisan.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Jalan Berliku Benih Hibrida

Menurut Nandang Sunandar, untuk mening katkan produktivitas jagung, Kementan membuat program spesial peningkatan luas areal tanam jagung hibrida pada 2015 seluas 935.101 ha dilanjutkan bantuan benih melalui Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida (GPJH) pada 2016 mencapai 1,151 juta ha. Hingga September ini realisasi bantuan sekitar 413 ribu ha atau 35,88%. Selain itu, ada juga bantuan benih jagung hibrida di lahan khusus dengan dana APBN-P seluas 724 ribu ha. Tahun depan rencana bantuan benih jagung hibrida menjadi 3 juta ha. “Bantuan benih yang didapat sebanyak 15 kg/ha,” ujar Direktur Budidaya Serealia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementan.

Terlambat

Besaran bantuan benih berdasarkan biaya produksi jagung per hektar. Nilainya Rp1.411.000/ha buat lahan khusus untuk pembelian benih hibrida dan pupuk, dan Rp845 ribu/ha buat GPJH dengan peruntukan benih hibrida, pupuk, dan obat-obatan. Jumlah dan varietas benih yang digunakan menyesuaikan kondisi daerah atau spesifik lokasi dan dituangkan dalam Rencana Usaha Kelompok (RUK). “Lelang (benih) di provinsi, tapi mereka menentukan HPS (harga pokok subsidi) dan varietas berdasarkan permohonan petani, ditentukan dalam RUK. Kalau pun harga benih misalnya Rp60 ribu-Rp70 ribu/kg, uang sisanya boleh digunakan kelompok untuk membeli sarana produksi lainnya. Tidak ada ketentuan harga benih harus sekian,” ulas Nandang menjawab kegalauan pemberian bantuan benih jagung hibrida mematikan pelaku usaha benih. Ia mengakui realisasi bantuan benih terlambat karena beda pemahaman tentang Peraturan Menteri Keuangan No. 168/PMK.05/2015, l 3 September 2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian dan Lembaga. “Ada perbedaan pendapat apakah transfer uang atau barang. Itu menjadi masalah bagi dinas pertanian daerah sehingga ada kelambatan masa tanam,” urainya.

Tahun Kritis

Muhamad Saifi, National Sales Manager PT Shriram Seed Indonesia, produsen benih jagung hibrida merek B-54 Si Nyaman, B70 Si Kingkong, dan B-89 Si Bandel menjelaskan, mekanisme bantuan benih hibrida perlu banyak evaluasi. “Tahun lalu kenapa gagal? Tidak hanya karena El Nino, koordinasi, kesiapan di lapang, distrisbusinya, banyak hal yang tidak tuntas review-nya. Selain itu, rencana peningkatan produksi dari subsidi benih banyak yang belum dieksekusi. Masalahnya sekarang musim tanam.

Kalau bantuan telat, petani pasti tanamnya telat karena mereka nggak bersiap,” sergahnya. Tahun ini menjadi titik kritis pengembangan jagung ke depan. “Dalam dua bulan terakhir ini kita ngejar produksi. Sekarang ini puncaknya tanam Septem ber-Oktober karena di Jatim sedang tanam jagung,” tandasnya. Sementara Heriyanto, Ketua Kelompok Tani Harapan I Desa Rulung Mulya, Kec. Natar, Lampung Selatan, Lampung, mengaku, kelompoknya menerima bantuan benih jagung hibrida NK212 awal September lalu. Jumlahnya 360 kg untuk 24 ha. Padahal total luas lahan anggotanya 40 ha. Dari 9 kelompok petani jagung di desanya, 6 kelompok sudah menerima bantuan tahun sebelumnya dan sisanya menerima bantuan September lalu. Sebetulnya ia berharap bantuan benih turun awal tahun atau jelang musim tanam gadu pada April-Mei lalu sehingga bisa langsung ditanam.